FFXIV – Daddy of Light : A short review

Final Fantasy XIV – Hikari no Otousan (2017, 7 episode)

Genre: family, based on game

Casts: Chiba Yudai, Osugi Ren, Baba Fumika,

rsz_final_fantasy_xiv_hikari_no_otousan

Daddy of Light atau Hikari no Otousan adalah dorama midnight pendek (30 menitan, 7 episode)  Spring ini yang baru saja tamat beberapa minggu lalu. Dorama ini berkisah tentang Inaba Akio (Chiba Yudai) yang berusaha mendekatkan dirinya kembali dengan ayahnya yang tiba-tiba pensiun (diperankan oleh Osugi Ren) dengan mengenalkan sang ayah ke dunia online game Final Fantasy XIV. Apakah misi Akio untuk merahasiakan identitasnya di dalam game sembari memahami jalan pemikiran ayahnya dapat berjalan mulus? Apakah akhirnya Akio dan ayahnya bisa kembali akrab seperti dahulu lagi?

First of all,  harus diakui dorama ini memiliki genre yang sedikit cocok-cocokan, hahaha 🙂 . Dalam arti misalnya teman-teman: (1) suka genre keluarga (2)suka gaming apalagi MMORPG (3)memiliki kesamaan dengan karakter Akio yang ingin lebih memahami anggota keluarganya, tiga ciri yang ada pada saya, maka pasti akan menyukainya tanpa syarat. XD Bagaimana tidak, penggambaran game world (gameplay, quest, roleplay – nya misalkan)di Daddy of Light cukup apik dan langsung membawa nostalgia ke  masa-masa bermain. Sisi family-nya juga cukup heartwarming. Kemudian jika tiga ciri di atas tidak dimiliki? Hmm… jangan khawatir dahulu, teruskanlah membaca 🙂

C8iY_UpXUAAItHE
Daddy of Light tidak bisa dipungkiri adalah sebuah dorama enteng yang sederhana dan mudah dinikmati. Walaupun enteng, ia tetap mempunyai classy aura yang membuatnya tidak terlihat murahan; misalnya dari bagian game graphic/ game world-nya atau dari story flownya yang mengalir oke, dan juga dari castnya yang easy on the eyes (ehem, Baba… ehem). Mengenai flow dan plot ini saya ingin memberi penekanan sedikit. Daddy of Light cukup berhasil dalam memberikan hints kecil, trap, dan kejutan-kejutan kecil sepanjang seri. Beberapa bisa ditebak dan beberapa yang lain tidak. Beberapa mungkin cukup mengecewakan namun sebenarnya baik untuk kesolidan struktur cerita (misalnya tentang love line Akio), Pesan moralnya pun disisipkan dengan cerdas dan dengan alami terbias tanpa terasa preachy. Biasanya selalu ada suatu tema umum di tiap episode yang relevan baik di kantor Akio, di rumah, dan di dalam gameworld; dan di akhir episode Akio akan dapat menarik suatu pelajaran secara implisit. Singkatnya, andaikata teman-teman tidak terlalu suka gaming atau family genre, Daddy of Light tetap mudah dinikmati sebagai dorama santai dan relaxing yang tidak murahan.

story_1_3
Bila ada yang perlu saya keluhkan, mungkin hanya pilihan cara mengakhiri seri, mengapa harus memakai plot ke arah “sana” (spoiler alert). Untung saja plot standar itu digunakan dengan bijak dan tidak overdone. Mengenai yang lain, yah … saya tidak bisa berkata lebih jauh lagi karena doramanya memang sengaja dibuat light dan ringkas, tanpa ada banyak konflik atau komplikasi yang terlalu dalam. Cocok sebagai pengantar tidur atau saat stress. Jadi, ingin melihat bagaimana dorama Jepang melukiskan dunia online game? Ingin melihat wajah-wajah ekpresif Chiba Yudai atau wajah cantik Baba Fumika di stress-free dorama? Silahkan coba tonton Daddy of Light …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s