Asadora 101 – Lesson 2 : Asadora tendencies

Bila pelajaran pertama dahulu adalah perkenalan mengenai apa itu asadora, kali ini kita akan belajar mengenali kecenderungan-kecenderungan yang sering muncul dalam drama ini. Kecenderungan/tendensi ini terjadi karena sifat-sifat bawaan asadora dan cukup menarik untuk diamati 🙂

maokor13Kora Kengo menimang bayinya (Ohisama)

1.mary sue – ish heroine
Drama pagi Jepang ini memang didesain sebagai semacam kampanye “moral unggul” bagi pemirsanya (sebagian besar adalah ibu rumah tangga), jadi wajar jika heroine selalu dilukiskan memiliki karakter yang baik dan nyaris sempurna. Bukan hanya itu, heroine juga kadang membantu teman-temannya dalam menyelesaikan masalah dan mempengaruhi lingkungan dengan kebaikannya XD Well, tetapi faktanya beberapa asadora belakangan mulai tidak terlalu membuat sang heroine menjadi dewi yang sempurna, misalnya aki-chan (amachan) yang begitu timid dan clumsy; sumire (beppin-san) di awal-awal yang bahkan lebih timid dari aki-chan; atau itoko (carnation) yang membuat suatu keputusan kontroversial dramatis di tengah seri.
2.berawal dari keluarga
Salah satu kunci perasaan kedekatan asadora dengan pemirsanya adalah poin ini: betapa asadora mengingatkan para penikmatnya pada keluarga sendiri. Hampir semua asadora melukiskan heroine dan keluarganya, keluarga yang menjadi cerminan para pemirsanya. Dengan melihat keluarga di dalam drama, pemirsa dapat menilai sisi baik – buruknya dan membandingkannya dengan keadaan keluarganya sendiri. Sisi family drama ini benar-benar konsisten dipakai, jadi akan sangat menarik jika suatu saat di masa depan kita mendapatkan asadora dengan heroine yang — misalnya — sebatang kara dan penyendiri.

158551Mare dan keluarganya (Mare)

3.fokus pada sisi emansipasi/women power dan kearifan/ budaya/ sejarah/ pemandangan indah lokal
Sisi ini lagi-lagi berkaitan dengan sasaran utama pasarnya, yakni para ibu rumah tangga/wanita. Asadora dibuat bernafaskan feminis demi memberikan semangat kepada mereka untuk mengembangkan diri; sedangkan nilai-nilai kelokalan ditanamkan karena merekalah garda depan pendidik anak-anak. Dengan penekanan pada nilai kelokalan diharap para wanita tersebut pada gilirannya juga akan menanamkan nilai-nilai/wawasan lokal tersebut saat mendidik anak-anaknya.

4.forbidden love
Asadora adalah tipe drama yang sebenarnya sangatlah sopan, chemistry antara lovers di dalam asadora dibangun lebih dengan percakapan atau suasana, nyaris tanpa skinships. Walaupun begitu, asadora sangat mudah dan memiliki tradisi/ sejarah hobi memakai plot cinta terlarang. Kontradiktif memang XD Mulai dari cinta pada pacar, suami kakak; cinta pada kakak sendiri; cinta pada ibu sahabat; affair dalam rumah tangga, semua sudah (dan sering) digunakan di asadora.

muraoka20eiji_zps80ff3e39Eiji dan hanako (hana to anne)

5.Jokyo
Jokyo, atau pindah ke tokyo (atau di dalam asadora, secara umum pindah ke kota yang lebih besar) merupakan cerminan keadaan tahun 60-70-an saat Japan economic boom, ketika jutaan pekerja dari daerah menyerbu Tokyo. Pindahnya heroine inilah yang kebanyakan menciptakan salah satu adegan khas lain asadora: heroine yang berpisah dengan cintanya/ dengan keluarganya.

W3rXyOm1_7a97b2_f590x

Mineko dkk saat berangkat ke Tokyo (Hiyokko)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s