Kounodori

Kounodori (2015; 10 episode)
Genre: medic, human drama, musical
Cast: Gou Ayano, Matsuoka Mayu, Hoshino Gen, Yoshida Yo, Omori Nao, Sakaguchi Kentaro
Kounodori-p1
 “Jdorama medis. Episodic. Pasti gitu2 lagi.”

Kounodori adalah jdorama medic, salah satu di antara banyaaaakkkk dorama medic dalam “peternakan” dorama medic Jepang. Jadi, apa istimewanya Kounodori sampai harus dicoba ditonton?

Kounodori secara ringkasnya berkisah mengenai kehidupan para dokter di suatu Rumah Sakit Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn). Kita dibawa mengikuti kisah mereka dalam membantu kelahiran bayi-bayi di tiap episodenya. Melalui tokoh2 utamanya, yaitu Sakura Kounotori (Gou Ayano, dokter Obsgyn), Haruki Shinomiya (Hoshino Gen, dokter Obsgyn), Kae Shimoya (Matsuoka Mayu, residen Obsgyn), Takayuki Imahashi (Omori Nao, dokter NICU), Rumiko Komatsu (Yoshida Yo, bidan), dan Ryo Shirakawa (Sakaguchi Kentaro, residen NICU) dibantu penampilan para bintang tamu di tiap episodenya dorama ini siap menyajikan realita dunia obsgyn. Bersiaplah untuk melihat bayi-bayi lucu dan jangan lupa siapkan boks-boks tisu Anda. :nangis:
large
Hal yang membedakan Kounodori dari dorama medic biasa adalah acting, script, dan directing yang setengah tingkat lebih realistis dan convincing dari dorama medic biasa. Well, kekuatan actingnya contohnya bisa dilihat dari episode 1, saat ada Jun Kaname, Usuda Asami, dan Fumika-chan guesting barengan:apa: Ya, skuad utamanya (Gou Ayano, Mayu Matsuoka dkk) sendiri sudah solid, namun nyaris di tiap episode kita akan mendapat bonus guests yang kuat secara akting juga (dan sebagian besar juga kuat secara visual :malu: misalnya dedek Yamaguchi Mayu dan mbak Nakamura Yuri). Script dan directingnya kuat simply karena penulis dan sutradaranya memang bagus :XD: Nilai plus lain adalah dari sisi musical: BGM, piano pieces dan OST dari dorama ini sangatlah indah dan sangat membantu membangun suasana.
Khusus naskahnya juga ada sedikit hal khusus: di dalam Kounodori tokoh/pasien akan diceritakan secara kontinyu. Dengan kata lain, bisa saja satu pasien akan dimunculkan lagi di episode lain untuk menceritakan kelanjutan cerita mereka. Contoh paling mudah adalah tokoh Shun Oguri yang diceritakan dalam 3-4 episode: bagaimana anaknya lahir, bagaimana anaknya tumbuh dan bagaimana dia membesarkan anaknya. Di dalam 1 episode juga sering ada 2-3 persoalan (baik persoalan menyangkut karakter atau medis) yang dibahas secara bersamaan.
sKKmCB1
Akhir kata, tentu saja Kounodori tidaklah sempurna; ada 1-2 episode yang sedikit lemah dan sebagai dorama medic episodic pasti akan terasa 2-3 scenes yang over-melodramatic atau sedikit cringey. Walaupun begitu, sebagai dorama medic Kounodori cukup watchable dan pasti akan memberikan banyak pesan untuk penontonnya. Sangat layak untuk dicoba. :top: tapi, sekali lagi jangan lupa tisu Anda. :maling:
Rating: 8/10, drama penguras air mata yang realistis dan tidak murahan
Advertisements

One thought on “Kounodori

  1. Tante Yo bener-bener jadi scene stealer dan talisman di sini, kapanpun ada dia suasananya langsung berubah aja. Dedek Mayu kecil juga unbelievable, ni anak jenius dan jangan sampai dah terbuang gitu aja.

    Tidak lupa lagi, kapan TV Hujan Duit bikin sekuelnya, masih banyak banget kemungkinan kalo ada seri duanya. Jangan lupa juga chuubit-chuubitannya ditambah muahahahahaha……

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s