Misteri Kehidupan di Atami No Sousakan

Atami no Sousakan (2010, 8 episode)
Genre: Crime, absurd
Episodes: 8
Director: Miki Satoshi
Cast: Odagiri Joe, Kuriyama Chiaki, Tanaka Tetsushi, Fuse Eri, Matsushige Yutaka, Miyoshi Ayaka, Yamazaki Kento, Nikaido Fumi

There’s only one truth if you say still I’m dreaming

You’re acting in a play you call your life

Di suatu pagi yang dingin, sebuah bus berjalan menembus kabut di kota South Atami.
Bus itu membawa empat penumpang, Shinonome Mai (Miyoshi Ayaka yang masih imut), Sawaragi Miko (Yamada Aya), Tsukuyo Minami (Sakura Ema), dan Moegi Izumi (Okano Maaya). Di tengah perjalanan, sang supir melihat seorang kakek tergeletak, kepalanya berlumuran darah. Tiba-tiba bus tersebut berjalan dan menghilang di balik kabut. Bus dan penumpangnya pun hilang dan tak kembali. Lenyap ditelan bumi.

ataminosousakanb2[1]

Tiga tahun berlalu dan misteri hilangnya bus Eternal Ecole School pada pagi hari itu masih belum terpecahkan. Maka datanglah dua orang penyidik nasional yaitu Hoshizaki Kento (Odagiri Joe) dan Kitajima Sae (Kuriyama Chiaki). Bersama dengan kepala penyidik (Tanaka Tetsushi) dan petugas kepolisian setempat yang lebih sering magabut sebelumnya, dimulailah peneyelidikan untuk mencari keempat penumpang yang hilang itu. Titik terang mulai terlihat saat salah seorang penumpang, Shinonome  Mai, secara ujug ujug muncul entah dari mana. Shinonome, yang kehilangan ingatan setelah peristiwa itu hanya mampu mengingat satu kata, yang menjadi kunci permasalahan ini, “line”.

Mampukah Hoshizaki dan Kitajima menyingkap misteri di kota Atami?

Siapa pelaku yang menghilangkan bus itu?

Apakah ketiga gadis itu masih hidup?

Sekilas, Atami no Sousakan adalah drama detektif yang kebanyakan ada di jdrama. Lebih tepatnya, drama detektif prosedural. Hoshizaki dan Kitajima tidak menggunakan kemampuan khusus apapun untuk memecahkan kasus yang ditanganinya. Hanya berbekal kerja keras dan ketekunan. Oke, Hoshizaki mungkin berbekal lampu Yes-No dan dua bilah baja bermagnet andalannya tapi itu pun hanya sebagai alat pembantu analisisnya. Sepanjang 8 episode kita disuguhi pemecahan misteri yang, pelan tapi pasti, maju dan berkembang. Bukti-bukti pun semakin banyak ditemukan. Baik itu bukti utama maupun bukti sampingan. Baik yang berkaitan dengan kasus maupun yang tidak berkaitan sama sekali.

Don’t talk to me

I’m gonna suck and drink your life right from you

Akan tetapi….sejak awal saya merasa ada sesuatu yang aneh dengan drama ini. Bagaimana Miki meng-cut lolipop yang dihisap seorang nenek di kota Atami, suasana kota Atami yang penuh misteri, warganya yang ternyata menyimpan rahasia, dan…overall saya merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan drama ini.

Benar saja, ini bukanlah drama misteri detektif. Ini adalah drama misteri kehidupan itu sendiri, tepatnya misteri kehidupan di kota Atami. Pelan pelan, terutama semenjak kita menginjak episode lima ke atas, fokus pun berubah bukan tentang pencarian bus yang hilang maupun ketiga penumpangnya itu. Unsur misteri pun semakin kental terasa.

“Line” dan “dua”, itulah kata kunci yang harus kita gunakan saat ingin memahami drama besutan Miki Satoshi ini. “Dua” adalah kata kunci yang tim Hoshizaki temukan saat menyusun bukti-bukti yang ada (ngomong-ngomong saya dulu sampai mencatat bukti-bukti yang berserakan di drama ini). Dua adalah kata yang diucapkan sang peramal saat meramal nasib Hoshizaki. Ada apa dengan dua? Apa maksud dari Line? Sebenarnya ada apa sih di kota Atami?

1280x720-lgZ[1]

Good bye my sunshine

Good bye my darkest days

Cause I have just wasted my life away

I’m more dead than alive

Untuk mencerna drama besutan sutradara Instant Numa  ini memang tidak mudah. Saya menonton tiga sampai empat kali (betapa banyaknya waktu hidup terbuang di masa muda) hanya untuk memahami misteri-misteri yang ada di dalamnya. mencatat kembali bukti-bukti yang ada di drama ini, dan kembali mendengarkan lagu tema yang dibawakan oleh Tokyo Jihen di ending nya. Dan apa yang saya temukan memang mencengangkan. Ini sama sekali bukan drama detektif! Genre detektif dan investigasi hanyalah satu cara untuk menyampaikan pesan mengenai kehidupan.

Dari segi akting, saya kira tidak banyak yang bisa dibahas. Semuanya oke punya! Tidak heran, nama-nama seperti om Joe, Mbak Mata Seram Chiaki adalah nama nama veteran yang sudah lama malang melintang di dunia perfilman dan menjadi aktor dan aktris papan atas. Akting para pemain pendukungnya juga top notch. Ya, memang banyak pemeran di sini sudah pernah bekerjasama dengan Miki Satoshi sebelumnya.

Oh ya, kita juga bisa melihat akting Fujitani Ayako alias putri aktor Steven Seagal sebagai wali kelas keempat gadis yang hilang tersebut.

Tidak hanya bintang papan atas, drama ini juga bertabur bintang-bintang muda yang nantinya akan menjadi bintang masa depan di Jepang. Sebut saja Sometani Shota, Miyoshi Ayaka, dan Nikaido Fumi. Yang bikin kaget, tentunya keberadaan LORD KENTO di drama ini. Jauh sebelum popularitasnya mencuat sebagai pencuri hati cewek-cewek.

atami_episode4_1

ataminosousakanb

Atami-no-sousakan-kento-yamazaki-E5-B1-B1-E5-B4-8E-E8-B3-A2-E4-BA-BA-38897253-500-281

Atami-no-sousakan-kento-yamazaki-E5-B1-B1-E5-B4-8E-E8-B3-A2-E4-BA-BA-38897239-500-281[1]

Don’t come near me

Now it is time to recognize when you’ve crossed the bar

I am dead

Singkat kata, Atami no Sousakan merupakan drama Must Watch yang harus ditonton setidaknya dua kali (biar faham, begitu…) bagi kamu kamu yang mengaku maniak jdrama. Ya, gaya humor sutradara Miki memang terkadang aneh, dan drama ini pun selalu diselimuti kata “aneh”. Tapi cobalah selami dan Anda akan mendapati salah satu drama terbaik yang pernah diproduksi TV Asahi. Klasik.

vlcsnap-306572[1]

lirik dari:  Tokyo Jihen –
Tengoku e Youkoso

2 thoughts on “Misteri Kehidupan di Atami No Sousakan

  1. Pumi di sini (dan Himizu) masih super unyu-unyunya, pipinya mbem banget dah. Malah pertama kali tau dia dari Atami dan langsung suka, bukan cuma dr pipi tapi juga dari permainannya, walau pas jaman segitu masih mentah.

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s