Onna Joshu Naotora 1-10 : Awal Apik Sebuah Epik

a851824094c96343cc4df0273fd0fa6c476d54bc1493817012

Sebelumnya saya sama sekali tidak pernah merencanakan menonton Onna Joshu. Saya menyukai Shibasaki Kou, tentu saja, tetapi bukan sebagai eye candy penyejuk mata. Bahkan saya mencoba menonton episode 1 begitu saja tanpa bersusah payah meriset sinopsis, cast lengkap dan lain-lain. Mencoba untuk iseng-iseng aja karena kebetulan ternyata disub.

Dan …..

Dan ternyata saya tidak bisa berhenti untuk penasaran menonton episode 2, 3, dan seterusnya. Alur Onna Joshu memiliki aura tersendiri; mudah dinikmati dan dekat dengan pemirsanya, mirip dengan asadora. Setelah dicek siapa penulisnya, benar saja, ternyata penulisnya adalah ibu Yoshiko Morishita, salah satu writer favorit saya.

Onna Joshu diawali dengan diperkenalkannya pemirsa kepada tiga serangkai teman kecil Otowa – Kame – Tsuru. Otowa (kelak akan menjadi Ii Naotora) adalah putri dari kepala klan Ii; Ii Naomori. Persahabatan ketiga anak ini tentu saja berpusat pada Otowa, sebagai putri klan, sekaligus tambatan cinta masa kecil Kame dan Tsuru. Seiring dengan terjadinya banyak hal dan pertumbuhan, kita akan disuguhkan banyak turn and twist di dalam persahabatan mereka. Dan sebenarnya dinamik hubungan mereka bertiga memang adalah salah satu hal paling menarik dan penting dalam Onna Joshu, terutama karena kemampuan akting Issei yang mumpuni dipakai sebagai titik pivot dari chemistry.

CuJ2_gyUsAAMf1T

Otowa selanjutnya (karena suatu keadaan dan melalui suatu keadaan unik yang tidak mau saya spoilerkan) menjadi biksu wanita di bawah Kepala Biara Osho Nankei (Kaoru Kobayashi) dan bertekad membantu klannya sebagai Ryugu Kozo. Ryugu Kozo adalah sosok fairy pembantu mistis misterius di daerah Ii. Demikianlah Otowa sebagai biksu wanita membantu penyelesaian masalah hingga episode 10 dari belakang layar. Episode 10 pun diakhiri saat Jirohoshi (nama Otowa sebagai biksu) sedang membantu sahabatnya yang kebetulan saja ialah istri dari Tokugawa Ieyasu (!!!)).

Ya. Episode 9-10 adalah bagaikan awal “badai” yang sesungguhnya, saat ayah Otowa meninggal di perang, saat Oda Nobunaga mulai mengganas mengambil alih Jepang, saat Ieyasu mulai muncul. Badai yang besar, dan klan Ii yang kecil terjepit di tengah-tengahnya. Bagaimanakah Otowa menghadapi badai ini? Serta bagaimanakah kelanjutan persahabatannya dengan Kame (versi dewasanya dimainkan pangeran ganteng tukang menghamili gadis, Miura Haruma) dan Tsuru (Takahashi Issei)?

PR-700x393

Seperti yang saya sampaikan di atas, Onna Joshu termasuk kategori taiga yang sedikit beraroma asadora, seperti Atsuhime. Dengan kata lain, ia tidak buru-buru bermain politik dan intrik (seperti taiga pada umumnya) namun lebih konsentrasi dalam mengeksplor karakteristik heroine, keluarga, serta sahabat-sahabatnya terlebih dahulu. Kekhasan ini membuat Onna Joshu mudah dinikmati. Untuk segi akting, yang menonjol tentunya adalah Issei, terutama karena karakternya (Tsuru/Ono Masatsugu yang setia, tapi sekaligus licik dan unpredictable) memang menarik. Akting Otowa – Tsuru – Kame kecil juga patut dipuji.

Singkatnya, taiga NHK 2017 ini di luar dugaan mampu menarik perhatian saya. Dan melihat preview seru episode 11 dan ke-epic-an yang baru akan dimulai nampaknya sementara saya akan tetap setia menunggu subnya setiap minggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s