Suika: Sentuhan Absurd Perdana Kizara Izumi

Suika  (2003, 10 episode)

Genre: Slice of Life

Cast: Kobayashi Satomi, Tomosaka Rie, Ichikawa Mikako, Koizumi Kyoko, Asaoka Ruriko

5397_original.jpg

Adalah dorama pertama Izumi Kizara sensei yang mengisahkan empat wanita quirky berbeda generasi yang tinggal di dalam sebuah rumah kos-kosan “Happiness Sancha” . Keempat perempuan itu adalah Hayakawa Motoko (Kobayashi Satomi) karyawan sebuah perusahaan Kredit Union yang shock lantaran sahabatnya menjadi buron polisi atas kasus penggelapan uang, Kameyama Kizuna (Tomosaka Rie) seorang mangaka erotis yang belum bisa move on lantaran ditinggal mati saudari kembarnya, ada juga Shibamoto Yuka (Ichikawa Mikako) pengurus Happiness Shancha, dan Sakiya Natsuko (Asaoka Ruriko) profesor yang hidup melajang. Selain tokoh-tokoh itu, ada juga tokoh-tokoh lain yang ceritanya berkelindan dengan empat tokoh tersebut, salah satunya adalah Baba Mariko (Koizumi Kyoko) teman Motoko selama bekerja di Kredit Union yang menjadi buronan polisi.

Suika hampir lolos dari perhatian saya andaikan tidak ada suhu-suhu dari jagad per-doramaan, Simplification dan Antoinetonee @idws yang merekomendasikan dorama ini. Yang sudah menonton Nobuta wo Produce, Yuube no Curry Ashita no Pan dan bisa menerimanya, pasti akan bisa pula mencerna dorama absurd ini. Tema seperti persahabatan, filosofi kehidupan, urband legend serta kematian menjadi tema wajib yang diselipkan Izumi Kizara sensei di dalam karya-karyanya tak terkecuali Suika.

Yang menarik dari Suika adalah konsep slice of life dari orang-orang yang tidak umum. Bukan hanya soal hobi dan kelakuan mereka, tetapi jalan ceritanya atau humornya pun membuat kita berpikir dan baru mengangguk-angguk atau tergelak kemudian. Atmosfer laid back yang berpadu dengan gaya komedi nan absurd menjadi ciri khas dorama ini.

Di salah satu episode kita akan disuguhi adegan ganjil yaitu tentang Obon, hari di mana arwah orang yang meninggal akan mengunjungi keluarga atau  orang terdekatnya. Tetapi yang membuat saya berpikir adalah mengapa arwah orang meninggal itu mengunjungi temannya keluarga bukan keluarganya sendiri? Sampai sekarang saya masih memikirkan apa maksud Izumi Kizara sensei tentang scene Obon ini. [simpli’s note: mungkin (1)”arwah” itu wujud aslinya adalah “perasaan bersalah” oma dosen — kalau saya tidak salah ingat — (2)oma dosen sudah dianggap sedekat keluarga]

Untuk soal akting hampir semua cast di dorama ini mumpuni. Tante Tomosaka Rie kabar burungnya disebut-sebut dulunya adalah seorang wonderkid tetapi layu sebelum berkembang 😦 Tante Koizumi Kyoko (yang jadi mamahnya Nounen Rena di Ama-chan) pun berhasil memerankan seorang buronan yang galau.

tumblr_inline_nwis280jSe1t3oq19_540

Well, Suika itu artinya semangka dalam bahasa Jepang. Saya memaknai dorama ini pun seperti segarnya semangka, dekat dengan kehidupan sehari-hari namun tidak kehilangan pesan-pesan filosofis penuh gizinya. Tanpa disadari, kita juga sering bertingkah atau mengalami kebimbangan seperti tokoh-tokoh di dalam dorama ini. Menontonnya pun bagaikan mengunyah semangka pelan-pelan, lalu merasakan manisnya, memilah bijinya satu-satu sebelum terkunyah, sambil menelannya dengan penuh ucapan syukur. Bukankah kehidupan pun bisa dinikmati sedemikian?

Suika adalah karya perdana Kizara Izumi yang tak boleh dilewatkan. Bagi saya, karya-karya Izumi Kizara sensei tak hanya menghibur, menyentuh, dan membuat kagum tetapi  bisa menginspirasi saya untuk berani berkarya dengan gaya sendiri. Karya-karya mereka memang (untuk saat ini) belum bisa dinikmati orang kebanyakan karena gaya penceritaannya yang quirky, aneh, absurd, dst. Namun mereka tidak takut untuk menjadi berbeda. Mereka berkarya tidak semata untuk sponsor, meraup keuntungan, mengikuti tren masyarakat atau untuk para kritikus. Mereka hanya ingin menjadi diri mereka sendiri. Mengutip perkataan teman di sebuah forum. “Apakah menjadi berbeda itu salah?”

Note:

Karya-karya Kizara Izumi

Drama:

YUBE NO CURRY, ASHITA NO PAN (NHK, 2014)
OYAJI NO SENAKA (TBS, 2014, eps 5)
Q10 (2010)
SEXY VOICE AND ROBO (2007)
NOBUTA WO PRODUCE (2005)
SUIKA (2003)

SP:

Fuji Family (2016 & 2017)

Advertisements

5 thoughts on “Suika: Sentuhan Absurd Perdana Kizara Izumi

      • Yang dimainin om botak kalo ga salah kan. Paling berkesan selain episodenya bu profesor itu yang ada semangka basi, cara sang duo penulis bikin storytelling benar-benar ga kepikiran dari sudut pandang seorang rakyat biasa-biasa aja ber-IQ standar kayak gw.

        Tante Rie itu dulu naik daun gara-gara Kindaichi pertama, trus pernah dengar juga dia pernah main jadi orang tuli (pokoknya difabel) dan sampai diganjar award karena aktingnya yang sangat realistis. Gw cuman pernah dengar dan baca review orang soal hal tersebut, bukan pernah nonton loh. Benar-benar sayang pemain semacam ini bakatnya terbuang gitu aja. Coba jadiin marquee player di Indonesia dah, siapa tau ada faedahnya.

        Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s