Ginnikan

Ginnikan (2014, 9 episode)

Genre: periodical/business/romance

Cast: Hayashi Kento, Matsuoka Mayu, Ashida Mana, Shiomi Sansei, Kazama Shunsuke

Apa yang membedakan jdorama dengan sepupu seberang lautnya, kdrama? Bagi saya, jawabannya adalah visi pembuatannya. Kdrama adalah tentang entertainment; dorama dibuat untuk mengejar art dan edutainment. Ginnikan, dorama jidaigeki-lite mungil ini, ialah salah satu bentuk paling murni art x edutainment: meleburkan pesan-pesan hidup ke dalam sebuah kisah kecil yang sederhana namun indah; menginformasikan mengenai budaya Jepang menggunakan acting yang menggugah batin.

BpXVDg3IMAAN7oY_zpsxzdy9dis

Tsurunosuke ialah seorang anak samurai. Di suatu malam nan naas, ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri ayah tercintanya ditebas oleh seorang samurai untuk balas dendam. Saat Tsurunosuke kecil memandang sang samurai pembunuh mendekatinya, menanti kapan bilah dingin itu menembus kulitnya, tiba-tiba seorang pedagang tak dikenal menolongnya dan menebus nyawanya dengan uang sebanyak Gin 2 Kan.

Selanjutnya, Tsurunosuke dipungut oleh si pedagang dan menjadi Matsukichi (Kento Hayashi), seorang apprentice di Ikawaya, sebuah toko penjual agar di Tenma, Osaka. Kita sebagai pemirsa akan dibawa mengikuti kisah transformasi Tsurunosuke si anak samurai menjadi Matsukichi si pedagang, perjuangannya di Ikawaya, dan cerita cintanya dengan Maho (Ashida Mana – Matsuoka Mayu).

pic_story01_zps7nqhxfpn

Ginnikan adalah dorama yang mudah untuk terlewatkan, terutama karena jika dipandang sekilas tidak menawarkan sesuatu yang menarik. “Apa sih yang menarik dari dorama periodical tentang penjual agar? Jangan-jangan ini cuma proyek sekedarnya yang memanfaatkan Mana-chan saja. “ Bahkan, saya pun sebagai fans Mana-chan dan penggemar dorama sempat meragukan dorama ini. Saya bersyukur saya kembali mencobanya dan merasakan keindahan kisah Matsukichi ini.

Memang, kisah Ginnikan bukanlah formula yang orisinal. Sudah puluhan kisah underdog dibuat dorama/film, dan bahkan untuk kisah jatuh bangun bisnis keluarga kita sudah memiliki Oshin sebagai classic masterpiece. Lalu, apa yang membuat Ginnikan spesial? Bagi saya, hal itu ialah neatness; kerapian plot yang menjadi kekuatan utama dorama sepanjang masa, kerapian director dan writer dalam memintal dan mengelindan pesan hidup ke dalam cerita. Pesan-pesan seperti 3 semboyan pedagang : frugal, resourcefulness, believe in God, contohnya; secara langsung dan tidak langsung ditampilkan dalam kesederhanaan hidup Ikawaya, ide-ide Matsukichi, dan konsistensi untuk berusaha menyumbangkan Gin 2 Kan kepada kuil. Masih ada pesan-pesan penting lain, misalnya rantai kebaikan yang tidak terputus: amal baik yang kita beri pasti akan berbalik ke diri sendiri.

gin_05670_zpswntuojl0

Edutainment, tentu tidak meninggalkan sisi hiburan. Ginnikan menarik untuk ditonton karena menampilkan sisi-sisi unik budaya Jepang, misalnya sekelumit cara membuat cemilan/masakan dan dialek unik Kansai-ben jaman kuno. Dorama kecil ini juga masih disisipi kisah manis cinta Matsukichi – Maho, yang tentu saja bukan tipe cinta full of skinship, tapi lebih ke long-life love yang abadi. Saya pribadi sangat menyukai momen2 Matsukichi – Maho di episode terakhir dan menonton ulang episode itu 3-4 kali :lol: Oiya, jangan lupakan anjing (youkai anjing?) sang narator cerita yang lucu.

Tentang akting, tidak ada keluhan yang berarti. Faktanya, akting para pemain di Ginnikan bisa memberikan aura finesse yang nyaris sama seperti yang dinafaskan di JIN (sesama jidaigeki-lite). Kento membawakan Matsukichi dengan baik, dan kredit khusus harus diberikan ke Mana, Mayu, dan Kazama Shunsuke dengan heartbreaking scenes mereka.

Pendeknya, jangan menjauh dari dorama ini karena minim nama besar atau tema yang terlihat ‘aneh’. Ginnikan lagi-lagi memberikan bukti bahwa drama yang bagus tidak harus memakai nama besar, budget super mahal, episode yang banyak, punya eye candy secantik bidadari (yah, sebenernya Mayu juga sudah cukup sih :malu ), atau plot yang penuh kejutan. Dorama yang sederhana pun bisa indah dan bermakna asal digarap dengan serius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s