Anime Dewasa (?)

W19kEZd3_9bd624_f

Oh, ini bukan tentang hentai atau ecchi contents, maaf ….

Yeah, mungkin bagi para penggemar anime topik ini sudah tidak asing, tetapi kenyataannya masih banyak non-anime fans yang beranggapan bahwa anime adalah stuff yang kekanak-kanakan dan tidak “dewasa”. Tentunya bukan dalam arti “adult” atau “tanda kutip” namun dalam arti ceritanya terlalu childish dan dangkal… Mungkin beberapa anime di bawah ini bisa mengubah pendapat teman-teman tentang itu.

1.Mushishi

mushishi

Mushishi adalah sebuah anime puitis yang mengikuti perjalanan Ginko, seorang ahli mushi misterius dalam membantu klien-klien yang ia temui. Mushi adalah sebutan untuk makhluk antara setengah mistis – setengah protista (?) yang hidup di alam dan mempengaruhi fenomena-fenomena alami. Anime ini bergenre slice of life namun disisipi dengan sedikit elemen-elemen supranatural dan misteri. Penuh simbol-simbol,  latar musik yang mistis dan pesan-pesan hidup yang tersamarkan, Mushishi jelas bukan konsumsi anak-anak.

2.Monster

xyOJLmK2h

Monster adalah karya masterpiece Urasawa Naoki yang diangkat ke animasi. Seperti versi manganya, Monster dark, tragis, dan menyentuh kegelapan primal jiwa manusia. Dan walaupun tentang kekejaman, jarang sekali Monster menjual adegan sadis murahan, tetapi tentu saja saya tidak akan merekomendasikan adik-adik kecil saya menontonnya.

3.Shingeki no Kyojin

29163

Shingeki, atau Attack on The Titan adalah sebuah epic secara literal. Berkisah tentang perjuangan manusia melawan ras raksasa misterius, anime ini sempat menjadi superhit di tahunnya. Bahkan variety show korea terkadang sampai suka berceletuk tentang anime ini saat berkomen tentang sesuatu yang menyangkut raksasa (!!!). Dark, sadis, dan explicit, Shingeki bukan saja intense di permukaan saja karena ada simbol-simbol juga di dalamnya, misalnya tentang “melawan diri sendiri”.

4.Your Name (Kimi no na wa)

kiminonawa_boxoffice-1200x675

Your Name adalah anime movie karya Makoto Shinkai yang mengguncang Jepang tahun 2016 lalu.  Yah, tentu tidak bisa dipungkiri bahwa anime ini bisa dinikmati pula oleh anak-anak, namun boomnya di tahun lalu dan pujian dari banyak kritikus mengatakan pada kita bahwa ada banyak hal di balik kualitas visualnya dan hubungan Mizuha-Taki. Lebih jauh, beberapa anime movie lain karya Makoto Shinkai sebenarnya juga patut untuk dicoba, misalnya 5 cm/second, Garden of Words, atau The Day Promised.

Untuk menutup, perkenankan saya untuk memberikan honourable mention untuk anime movie karya Studio Ghibli (sebut saja Spirited Away, Mononoke Hime, Howl Moving Castle, Hotaru no Haka, My Neighbour Totoro). Hampir semuanya memiliki kualitas nyaris setara Disney dan mempunyai 1-2 lapisan makna: bukan hanya dibuat untuk anak-anak, namun merupakan hadiah bagi kemanusiaan. Bukan hanya dibuat sebagai hiburan atau sebagai produk jualan, namun sebagai alat untuk memberikan kebaikan kepada dunia. Bagaimana, masih berpendapat anime merupakan konsumsi anak kecil? Punya anime lain yang sejenis dengan anime-anime di atas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s